Thursday, May 31, 2012

heteroscedasticity

Salah satu masalah pelanggaran asumsi yang sering terjadi pada model ekonometrika adalah heterokedastisitas.  Salah satu asumsi regresi linear yang harus dipenuhi adalah homogenitas variansi dari error ( homoskedastisitas, homoscedasticity). 
Homoscedasticity : homo (sama) scedasticity (penyebaran). Homoskedastisitas berarti bahwa variansi dari error  bersifat konstan (tetap) atau disebut juga dengan identik.  Kebalikan dari homoskedastisitas adalah heteroskedastisitas, yaitu jika kondisi varians error-nya (atau Y) tidak identik. Masalah heteroskedastisitas umum terjadi dalam data cross section yaitu data yang diambil pada satu waktu saja, tetapi dengan responden yang besar, misalnya jika kita melakukan survei. Dengan demikian, penelitian ini pada intinya adalah membandingkan kondisi satu dan lain orang pada waktu yang sama.

contoh soal : 
Table below is the data relationship between consumption and household income

Household Income (thousand Rp /month) Consumption (thousand Rp/month) Household Income (thousand Rp /month) Consumption (thousand Rp/month)


1 800 555 16 1800 1155
2 1000 650 17 2250 2000
3 850 700 18 2000 1200
4 1110 800 19 2400 1450
5 1200 785 20 1850 1350
6 1115 850 21 2200 2150
7 1300 987 22 2200 1450
8 1450 950 23 2450 1950
9 1250 900 24 2600 1255
10 900 750 25 1900 1500
11 1050 725 26 2050 1350
12 1650 1100 27 2650 2500
13 1500 1450 28 2750 2000
14 1650 1600 29 2300 1760
15 1450 1080 30 2500 2350

aQuestion
     a. What is the mean,median,maximum,minimum and standard deviation of the model
   b. Detect whether the error variance there is heterocedasticity case. Use informal method !
  c. Detect whether the error variance there is heterocedasticity case. Use formal method ! (white test)

   Answer
   a.1 (langkah-langkah eviews)
   lakukan regress terlebih dahulu dengan menggunakan model Consumptioni ao+a1 Incomei +U
22. open variabel consumption (cons) dan income(in) as group --- view---descriptive stats
 
k 
qb. bikin variabel baru yaitu residual kuadrat, atau residual yang telah di pangkat dua, dengan cara klik "genr" ketik "residq=resid^2"  residq adalah nama variabel baru dalam workfile eviews.
s4. untuk mendeteksi heteroskedastisitas dengan cara informal(grafik), maka kita akan melihat hubungan antar error/residual kuadrat dengan variabel x dan y. salah satu contoh di bawah adalah hubungan antar error kuadrat dengan variabel independen(x)







  c. cara mendeteksi heteroskedasrisitas dengan metode (white test dan Park test)

white test
  langkah-langkah eview:
1. pada hasil estimasi , klik view-residual test- heterosceasticity test- white.













·          Ho =  No Heterocedasticity
      Ha = Yes, Heterocedasticity exists

·     N*R2 = 9.921114
.     Chi-Square(2) (lihat tabel) a=10% df=2 =  4,605

·     Kriteria :
      N*R2 > x2 = Rejet Ho
      N*R2 < x2 = Don’t Rejected
·      9.921114 > 0,0070 ---> Reject Ho

·    Kesimpulan : berdasarkan uji hipotesis dengan metode uji White, maka terdapat kasus heterokedastisitas dalam model tersebut.

   uji park
   langkah-langkah eviews
1. membuat variabel baru,variabel tersebut merupakan logaritma dari residual kuadrat. caranya sama seperti membuat variabel residq, sekarang kita membuat variabel baru dengan nama"lnresid" caranya klik "genr" ketik "lnresid=log(resid^2)". setelah itu. lakukan regress dengan cara menjadi variabel "lnresid" sebagai variabel dependen
 
 
 
 
α=10%
t-stat> t-table = reject ho (heteroscedasticity)
t-stat
1,581048 > 1,313 -----------> heteroscedasticity exist


 
 

No comments:

Followers